Santri Umrah Gratis

Alhamdulillah, Pada Jam 05.30 WIB Tanggal 9 Mei 2011 telah dilaksanakan prosesi peemberangkatan santri Pemenang  hadiah ibadah umroh . Santri terpilih adalah  Akh.Syamsul Huda, Ia dipilih oleh Kyai  karena ia aktif dalam kegiatan dan tugas2 kepesantrenan. Mohon doa restu dari antum semua Semoga santri tersebut selamat di perjalanan, Umrah diberkahi dan pulang membawa keridloan ilahi…..

Mondok? Siapa Takuuut!!!

“Bu, pokoknya besok aku harus didaftarkan mondok” kata seorang anak kepada ibunya. Sang ibu terkejut seraya berkata, “Lho??? Nak, mondok itu harus dipersiapkan segala kelengkapan dan kebutuhannya”. Dengan nada sedikit ngototsang anak berkata, “Pokoknya besok aku harus sudah dimondokkan, aku kemarin sudah mendaftar sekolah formal di sana, beberapa persyaratan pendaftaran pun sudah kulengkapi, tinggal mondoknya belum” jawab sang anak.

Inilah sekelumit perbincangan yang terjadi antara salah seorang keponakan saya dengan ibunya yang tidak lain adalah kakak perempuan saya. Kakak saya begitu terkejut dan heran dengan desakan dari putra keduanya yang tiba-tiba meminta untuk segera dimondokkan di sebuah pesantren di Pasuruan. Lantas yang menjadi pertanyaan adalah, kenapa harus pesantren jadi tempat belajar???

Dalam tulisan singkat ini akan dipaparkan sekelumit tentang pesantren dan pilar-pilar yang membangunnya, dan gambaran proses pembelajaran yang terjadi di dalamnya, serta kelebihan-kelebihan yang ada dalam pembelajaran tersebut. Baca lebih lanjut

Cinta Allah dan Muhammad SAW

Buletin Almurtadlo Edisi 370: Tiadalah kita diciptakan oleh allah kecuali untuk beribadah kepada-Nya. Ibadah ini sebagai wujud kecintaan kita kepadaNya dan tolok ukur cintaNya kepada kita, hambaNya.  Ibadah itu disyariatkan untuk mengingat Allah. Dengan demikian Semakin banyak kita beribadah semakin banyak pula kita mengingatNya, dan selanjutnya menunjukkan Semakin banyak pula cinta kita kepada-Nya, dan CintaNya kepada kita. Baca lebih lanjut

Silaturrahim ; Hikmah dan Manfaatnya

Abu Awfa, seorang sahabat Rasul meriwayatkan : Ketika itu kami berkumpul dengan Rasulullah SAW. Tiba-tiba beliau bersabda, “Jangan duduk bersamaku hari ini orang yang memutuskan tali Silaturahim”. Setelah itu seorang pemuda berdiri dan meninggalkan majelis Rasul. Rupanya sudah lama ia memendam permusuhan dengan bibinya. Ia segera meminta maaf kepada bibinya tersebut, dan bibinya pun memaafkannya. Ia pun kembali ke majelis Rasulullah SAW dengan hati yang lapang. Baca lebih lanjut