Fikih Hujan

Hujan melimpahkan berkah dari sang pencipta bukan hanya untuk manusia tetapi juga pada mahluk-mahluknya yang melata di muka bumi ini. Tumbuhan semakin hijau menye-garkan, benih-benih menggeliat tumbuh untuk memulai babak baru dalam hidupnya. Mungkin bila hujan itu diciptakan hanya untuk manusia maka sampai detik ini, ia tak akan turun lagi, karena kemaksiatan yang telah diperbuat. Sudah selayaknya kita harus berterima kasih dengan tumbuhan, hewan, yang karena ketulusan merekalah salah satu yang menyebabkan hujan turun membasahi bumi.
Hujan menyiram bumi dengan deras nya dan kadang sampai membawa bencana, karena manusia yang serakah memakan hutan yang begitu baiknya memberikan segalanya bagi manusia. Manusia-manusia yang tak tahu berterima kasih malah menebang nya demi kepentingan diri sendiri dan keuntungan kelompoknya. Sunggguh benar adanya, bahwa kerusakan di langit dan di bumi bukan siapa-siapa yang menciptakan, namun diri manu-sia sendirilah penyebabnya. Allah berfirman : Telah nampak keru-sakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).(QS Rum 41)

 Allahlah sang penurun hujan
Dahulu, orang Arab Jahiliyah percaya kepada sesuatu yang dinamakan “Nau” yang dapat menurunkan hujan. Nau adalah bentuk ramalan benda-benda langit yang diyakini dapat menurunkan hujan. Bahkan orang-orang sekarang masih ada yang percaya hal-hal semacamnya. Di sebagian pedesaan madura, ada tradisi “okol” untuk meminta hujan. Mereka membentuk upacara semacam gulat yang konon sebagai simbol pengor-banan meminta hujan. Disisi lain, Kebayakan orang menggantungkan datangnya hujan dengan kebiasaan (tabia’at) padahal Allahlah sang penguasa tabiat itu.

Sebagai seorang muslim kita harus yakin dan percaya bahwa hanya Allahlah yang menurunkan hujan. Allah berfirman:
أَفَرَأَيْتُمْ الْمَاءَ الَّذِي تَشْرَبُونَ أَأَنْتُمْ أَنزَلْتُمُوهُ مِنْ الْمُزْنِ أَمْ نَحْنُ الْمُنزِلُونَ
Artinya: Maka terangkanlah kepadaku tentang air yang kamu minum.Kamukah yang menurunkan nya dari awan ataukah Kami yang menurunkan? (QSWaqiah 68-69)

Dalam hadis bukhori–muslim di riwayatkan: Setelah sholat jamaah subuh di hudaibiyah yang diiringi rintikan sisa hujan malam harinya , Rasul langsung menghadap para sahabat dan bersabda: tahukah kalian apa yang difirmankan oleh Tuhanmu? Mereka menjawab: Allah dan Rasul-Nya yang maha tahu. Rasul bersabda: (Allah berfirman) “dipagi ini ada sebagian hambaku yang mukmin dan ada yang kafir”. Mereka yang ber kata: diturunkan hujan kepada kami karena anugerah Allah dan rahmat-Nya maka dialah orang mukmin kepada-Ku dan kafir kepada kaukab (bintang) dan orang yang berkata : diturunkan hujan kepada kami karena nau’ ini atau itu maka dia kafir kepadaku dan iman kepada kaukab (HR. Bukhori-Muslim)

 Pawang Hujan
Diceritakan dari anas bin malik bahwa ada seorang laki-laki masuk masjid sewaktu Rasul berdiri untuk menyampaikan khutbah jum’at dan orang itu mengadu kepada Nabi :” wahai Rasululloh binasalah harta kami dan terputuslah jalan-jalan kami (karena paceklik dan kemarau) maka mohonkanlah kepada Allah agar kami dituruni hujan”. Kemudian rasul

mengangkat tangan seraya berdo’a: “Allohumma aghitsna 3x” Ya Allah turunkanlah hujan kepada kami. Anas berkata: kami tidak melihat gumpalan awan antara kami dan sela-sela gunung Sal’a dan tidak nampak pula awan diatas rumah kami. Tiba-tiba datang gumpalan awan seperti perisai, maka tatkala gumpalan awan tersebut menyebar menutupi sebagian langit maka turunlah hujan. Demi Allah pada hari sabtu kami tidak melihat matahari (karena tertutup awan hujan). Pada Jum’at berikutnya sewaktu rasul berkhutbah, datanglah seorang laki-laki dan ia berkata: ” Ya Rasululloh binasalah harta kami dan terputuslah jalan-jalan kami (karena hujan yang deras) mohonkanlah kepada Allah agar Ia menghentikan hujan ini” kemudian Nabi mengangkat kedua tangan dan berdoa: اَلَّلهُمَّ حَوَالَيْنَا وَلاَ عَلَيْنَا ” Ya Allah jadikanlah hujan ini pindah pada sekitar kami jangan jadikan hujan ini pada kami. Ya Allah pindahkanlah hujan ini diatas gunung, bukit yang lembab, lembah gunung dan tempat-tempat tumbuhnya pepohonan (hutan)”. Setelah selesai sholat dan para keluar dari masjid merekapun pulang dibawah terik matahari (HR. Muslim No.1493)

Dari hadits ini kita ketahui bahwa dalam tradisi islam Pawang hujan (nyarang;jawa) bukan berarti meng hentikan hujan akan tetapi memin-dahkan hujan ketempat yang lain seperti : ke gunung, lembah, laut atau hutan karena adanya hajat atau hujan itu mendatangkan mudharat (bahaya). Memohon Memberhentikan hujan berarti menolak rahmat Allah yang dibutuhkan oleh semua alam seperti: manusia, hewan, tumbuh-tumbuhan dan bumi dan menghambat permoho-nan manusia yang sedang men jalankan Istisqo sesungguhnya hanya Allah yang dapat memberhentikan hujan. “ Maka Aku berkata : Minta ampunlah kepada Tuhan kamu sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun. Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat” (QS. Nuh :10-11).

 Hujan adalah Misteri Ilahi
Diceritakan dalam tafsir qurtubi: Suatu saat orang badui bernama waris bin amr bin harisah datang dan bertanya kepada Rasul saw, Istriku hamil beritahu aku wujud anakku (laki/perempuan), Negeri kami sedang kemarau kapan turun hujan, aku tahu kapan aku lahir tapi beri tau aku kapan aku mati, bagimana nasibku besok, dan kapan kiamat? Rasul menjawab: itu semua adalah mafatihul ghoib (kunci hal ghaib) ada lima perkara yang tidak diketahui selain Allah (QS Lukman 34):

Berdo’a tatkala hujan
Berdo’a dikala turunnya hujan meru-pakan do’a yang mustajab yang di kabulkan Allah. Dalam sebuah hadits shohih yang diriwayatkan oleh abdullah bin zubair ra bahwa Rasul saw tatkala mendegar guntur atau petir maka Rasul berhenti berbicara dan mengucapkan :
سُبْحَانَ الَّذِي يُسَبِّحُ الرَّعْدُ بِحَمْدِهِ وَالْمَلاَئِكَةُ مِنْ خِيْفَتِهِ
Artinya: Maha suci dzat yang mana petirpun bertasbih dengan memuji-Nya dan juga para malaikat karena takut kepada Allah… 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s