PREMANISME Dalam Islam

BJ Almurtadlo 209. Demo anarkis yang terjadi pada selasa (3/2/2009) mengenai pemekaran wila-yah Provinsi Tapanuli berbuntut maut. Ketua DPRD Sumut Abdul Azis Angkat meninggal. Sempat kena pukul, Azis diduga meninggal sakit jantung. Demons-trasi yang terjadi yang memporak-porandakan Gedung DPRD Tingkat I Sumatera Utara bertujuan agar DPRD Tingkat 1 membuat reko-mendasi tentang pemekaran Tapa-nuli.

Masih segar diingatan kita akan tewas Masih segar diingatan kita akan tewasnya Munir Pembela HAM (KONTRAS) dalam penerbangan dari Singapura menuju Amsterdam, Belanda, 17 September 2004 lalu karena ia diracun dalam minumannya. Dan diduga otak intelektualnya adalah orang yang sakit hati karena perbuatan munir mengakitbatkan yang ber sangkutan dipecat dari jabatannya.

Di negara kita tercinta ini sering terjadi berbagai tindak anarkis dan prema-nisme sebagaimana kedua contoh di atas dengan berbagai motif dan tujuan. Banyak orang yang dalam menuju tujuannnya, menghalalkan segala cara.

Prof. Koentjoro, memberikan definisi tentang premanisme yaitu segala tindakan melawan aturan, vandalisme, tindakan brutal, dan merupakan perilaku yang tidak cerdas yang kebanyakan dengan menggunakan kekuatan (uang, pengaruh, massa, dll.) untuk mendapatkan tujuan tertentu dengan mengabaikan konsensus bersama..)

Kata premanisme berasal dari kata preman yang konon berasal dari kata Free Man = orang yang bebas; (inginnya) membebaskan dan melepaskan diri dari (semua ikatan-ikatan) apapun yang menghalanginya untuk tetap dalam posisi “free”.

Didalam sejarah islam kita temui juga tindakan-tindakan premanisme. Bahkan terjadi pada generasi terbaik islam, khulfaur rasyidin. Kholifah Umar bin Khattab RA. Ia dibunuh oleh seorang Majusi yang bernama Abu Lu`lu`ah. Pada hari Rabu, 4 Dzul Hijjah tahun 23 H, dengan menggunakan sebilah pisau yang telah dilumuri racun. Dia menikam sayyidina Umar tiga kali sehingga roboh. Beberapa orang berusaha menang-kapnya, setelah salah seorang berhasil menangkapnya dengan kain hingga Abu Lu`lu`ah tidak bisa berkutik untuk melawan, maka Abu Lu`lu`ah pun membunuh dirinya sendiri dengan pisau belati yang dibawanya. Sayyidina Umar dibawa ke rumahnya dan tabib dari Banu Mu`awiyah dipanggil untuk mengobati. Tabib itu memberi Umar susu untuk diminum, akan tetapi susu itu keluar dari luka di bawah pusar, warna susu itu tetap putih tidak berubah.

Kholifah ke-3, Utsman bin Affan, juga terbunuh akibat premanisme. Pembu-nuhnya ialah suatu rombongan delegasi yang didirikan oleh Abdullah bin Saba‘ dari Mesir yang hendak memberontak kepada Khalifah dan hendak membunuhnya. Abdullah bin Saba‘ berhasil membangun pemahaman yang sesat untuk mengadu domba umat Islam untuk menghancurkan Islam dari dalam. Kemudian masyarakat banyak saat itu, terutama disponsori oleh para bekas pelaku pembunuhan terhadap Utsman, berhasil membunuh beliau dengan sadis ketika beliau sedang membaca Qur’an.

Kholifah ke 4 Sayyidina ali juga demikian, terbunuh karena rival politik yang ingin kepada kekuasaanya, mereka adalah Kaum Khawarij yang ingin merebut kekhalifahan. Tapi terhalang oleh Ali dan Muawiyah, sehingga mereka merencanakan untuk mem bunuh keduanya. Ibnu Muljam dari Khawarij berhasil membunuh Khalifah Ali pada saat khalifah mengimami shalat subuh di Kufah, tapi tidak terhadap Muawiyah karena ia dijaga ketat.Mungkin dari peristiwa inilah, para imam di masjidil haram dan masjid nabawi selalu dikawal oleh asykar (polisi) saat menjadi imam sholat, sebagaimana kita sering saksikan dalam tayangan TV.

Apa yang terjadi di atas bukanlah justifikasi dan pembenaran akan pri-laku premanisme. Terjadinya hal itu dilakukan oknum-oknum yang tidak berpegang kepada kitabullah. Bagai-mana tidak, Al-qur’an melarang per-buatan melampaui batas yang di dalamnya termasuk premanisme.

Allah SWT berfirman :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تُحَرِّمُوا طَيِّبَاتِ مَا أَحَلَّ اللَّهُ لَكُمْ وَلَا تَعْتَدُوا إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْمُعْتَدِينَ (المائدة 87)

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu haramkan apa-apa yang baik yang Telah Allah halalkan bagi kamu, dan janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas. (Al-Maidah 87.)

Kata melampaui batas disini tidak hanya mencakup preman yang ber wajah sangar yang suka mengancam atau meneror, memaksa orang lain memberi uang dengan modal gertak dan tampilan wajah sangar. Namun, juga mencakup preman yang ber penampilan ramah berbaju necis yang sering disebut preman berdasi. Dan juga mencakup semua bidang, peker-jaan dan profesi: aparatur hukum, kesehatan, pendidikan, riset, dan pelatihan. Penerbit buku, pemain sinetron, sutradara, dan petugas akad nikah bahkan guru yang memaksa muridnya untuk membeli buku demi keuntungan yang masuk kepada sang guru tsb. Alhamdulillah, Pemerintah kita sangat proaktif dalam membe-rangus preman ini, baik preman bertato dan pemalak seperti yang dilakukan oleh polisi dan preman berdasi yang senantiasa diincar oleh Komisi pem berantasan Korupsi (KPK).

Selanjutnya mari kita introspeksi diri, jangan-jangan kita sendiri adalah preman?, Bertindak melampaui batas pada anak kita sendiri, tetangga sendiri atau relasi bisnis kita dst. Naudzu billah. Bukankah kita dianggap Muslim selama orang lain merasa aman dari mulut dan tindakan kita?<Wallahu A’lam.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s