Valentine Perspektif Islam

Buletin Jumat Almurtadlo Ed. 301. <Valentines Day’ atau biasa dikenal dengan Hari ‘kasih sayang’ yang dirayakan oleh orang-orang Barat dan di tiru oleh orang-orang indo-nesia mulai awal Februari dengan banyaknya promosi, iklan yang mengekspos hari Valentine. Berbagai tempat hiburan mulai diskotik, hotel-hotel, organi-sasi-organisasi maupun kelompok-kelompok kecil; ramai menawarkan acara untuk merayakan Valentine. Dengan  di dukung pengaruh media massa seperti surat kabar, radio maupun televisi; sebagian besar org Islam juga ikut-ikutan merayakannya.

Sungguh IRONI yg memilukan apabila kita melihat kita sendiri (muslim) ikut-ikutan merayakan Valentine tersebut tanpa mengetahui sejarah Valentine itu sendiri. Bukankah Allah melarang kita melakukan sesuatu yg tidak kita tahu.

وَلَا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولَئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُولًا

Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai penge-tahuan tentangnya. Sesungguhnya pen-dengaran, penglihatan dan hati, semua-nya itu akan diminta pertanggungan jawabnya. [Al-Isra 36]

Valentine sebenarnya adalah seorang martyr (dalam Islam disebut ‘Syahid’) Pada tanggal 14 Februari 270 M, St. Valentine dibunuh karena perseteru-annya dengan penguasa Romawi pada waktu itu, Raja Claudius II (berkuasa 268 – 270 M). Untuk mengagungkan dia (St. Valentine), yang dianggap sebagai simbol ketabahan, keberanian dan kepasrahan dalam menghadapi cobaan hidup, maka para pengikutnya memperingati kema-tian St. Valentine sebagai ‘upacara keagamaan’.

Pada abad 16 M, ‘upacara keagamaan’ tersebut mulai berangsur-angsur hilang dan berubah menjadi ‘perayaan bukan keagamaan’. Hari Valentine kemudian dihubungkan dengan pesta jamuan kasih sayang bangsa Romawi kuno yang disebut “Supercalis” yang jatuh pada tanggal 15 Februari.

Setelah orang-orang Romawi itu masuk agama Nasrani, pesta ‘supercalis’  kemu-dian dikaitkan dengan upacara kematian St. Valentine. Penerimaan upacara kema-tian St. Valentine sebagai ‘hari kasih sayang’ juga dikaitkan dengan keperca-yaan orang Eropa bahwa waktu ‘kasih sayang’ itu mulai bersemi ‘bagai burung jantan dan betina’ pada tanggal 14 Februari, sehingga menjadi semakin kuatlah kesan hari kasih sayang tsb.

Dalam bahasa Perancis Normandia, pada abad pertengahan terdapat kata “Galentine” yang berasala dari kata ‘galant yang berarti cinta’. Persamaan bunyi antara galentine dan valentine menyebabkan orang berfikir bahwa sebaiknya para pemuda dalam mencari pasangan hidupnya pada tanggal 14 Februari.

Banyak orang yang hanya sekedar mengikuti tren dan mode serta menjadi Korban iklan sehingga ia tidak mem-perdulikan asal muasal sesuatu yang diikutinya. Inilah yang dikhawatirkan oleh Rasul dalam sabdanya:

لَتَتَّبِعُنَّ سَنَنَ مَنْ قَبْلَكُمْ شِبْرًا بِشِبْرٍ وَذِرَاعًا بِذِرَاعٍ حَتَّى لَوْ سَلَكُوا جُحْرَ ضَبٍّ لَسَلَكْتُمُوهُ قُلْنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ الْيَهُودَ وَالنَّصَارَى قَالَ فَمَنْ

Sungguh-sungguh kalian akan mengikuti tradisi orang-orang sebelum kamu sejengkal demi sejengkal, sehasta demi sehasta sampai-sampai jika mereka masuk ke dalam lubang biawak maka kalian akan mengikutinya. Kami bertanya : Wahai Rasul, Apakah yang kau maksudkan itu adalah orang yahudi dan nasrani. Rasul menjawab: Siapa lagi?

Dalam sejarah Islam, Memang dikenal HARI KASIH SAYANG. Sebagai mana yang diserukan oleh Rasul saw : “Alyauma yaumul marhamah” (hari ini adalah hari kasih sayang) Diteriakkan oleh Rasul pada waktu peristiwa fathu makkah (pembebasan kota Makkah). Namun bukan berarti bahwa islam mengkhususkan satu hari tertentu untuk kasih sayang karena teriakan Rasul diatas adalah upaya untuk melawan euforia atas kemenangan kaum muslimin yang selama ini ter tindas sehingga menggelora balas dendam kepada orang-orang kafir. Sebagian dari kaum muslimin mene-riakkan “al-yaum yaumul malhamah”, (hari ini adalah hari penumpahan darah).

Dengan ini dipahami bahwa Makna kasih sayang tidaklah berujung, sedang kan rasa kasih sayang adalah sebuah fitrah yang mesti direalisasikan ter hadap sesama sepanjang kehidupan di dunia ini, tentunya dalam koridor-koridor Islam. Ini berarti bahwa Islam tidak mengenal waktu, jarak, dan tempat akan sebuah kasih sayang baik terhadap teman, sahabat, kerabat, dan keluarganya sendiri.



Kasih sayang sekali lagi tidaklah mengenal waktu apakah itu tanggal 1, 2 bahkan tanggal 14 februari yang terkenal dengan Valentine atau Hari kasih sayang yang ramai dirayakan oleh orang-orang Barat bahkan amat popular dan merebak di kalangan muda mudi di seluruh pelosok Indonesia.

Ingatlah bahwa orang-orang non muslim itu selalu berusaha menjauhkan kita dari agama islam secara pelahan. Allah Berfirman : Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Kata-kanlah: “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang sebenarnya)”. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan  mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu (Al-Baqarah 120) Firman Allah SWT dalam Surah Al-Imran ayat 85 : “Barang siapa yang mencari agama selain agama Islam, maka sekali-sekali tidaklah diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi”.

Mari kita jauhkan diri dan keluarga kita dari perbuatan yang tidak diridloi Allah swt. Wallahu A’lam

One response to “Valentine Perspektif Islam

  1. valentine day ini memberikan bukti kepada kita (muslim)di dunia ini, bahwa kasih sayang merupakan cara yang efektif dalam memperluas dan mempererat silaturahim. Tapi, sayangnya hal tsbt dibuktikan dengan non muslim sedangkan muslim sendiri terlalu fanatik dengan ideologi mereka masing-masing sehingga terjadilah perpecahan antar muslim sendiri. Jadi, kita harus dapat menunjukan kepada umat di dunia ini bahwa cara kasih sayang merupakan cara bersumber dari islam tapi harus dibuktikan dengan umat islam sendiri.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s