Buletin Jumat 313: Prahara Manohara dalam Kacamata Islam

Manohara. Begitu disebut nama ini maka kita langsung terbayang sosok putri di sangkar emas namun hidup nya penuh  dengan derita, siksa dan nista. Lasykar me-rah putih turut memperju-angkan pembebasannya. Popularitasnya mengalahkan berita hangat pilpres, kasus Ketua KPK bahkan seleblitis papan atas lainnya. Beritanya sudah menjadi konsumsi publik dalam hampir dua bulan. semua televisi swasta menyiarkan berita tentang kasusnya.

Manohara Odelia Pinot adalah putri kedua dari pasangan Daisy Fajarina, wanita keturunan bangsawan bugis dan Reiner Pinot Noack, pria berkebangsaan Perancis. Pernikahan Daisy dan Pinot berakhir dengan perceraian yang meninggalkan dua orang putri, Dewi Sari Asih dan Manohara Odelia Pinot. Manohara menikah dengan Tengku Fakhry, Putra ketiga Raja Kelantan Malaysia, Sultan Ismail Petra. Menikah di usia belia 16,5 tahun tanggal 26 Agustus 2008.

Stop! Sebenarnya dalam Islam, kasus Manohara dan semacamnya bukan untuk komsumsi publik, seharusnya penanganan kasus prahara rumah tangga harus secara tertutup, tidak ter buka untuk publik, karena Islam meng-ajarkan untuk menutupi aib individu, apalagi aib seorang suami.

Tema Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) menjadi isu hangat diperbincang kan masyarakat atas kasus manohara. Bagaimana sebenarnya islam menilai KDRT?

Hak dan kewajiban suami istri haruslah berimbang. Dalam pelaksanaannya, ter kadang perlu pengawasan bahkan ketegasan, dan ketegasan itu kadang memerlukan unsur kekerasan. Sehingga dalam batas-batas tertentu, unsur kekerasan tersebut dibolehkan secara syar’i. Ketegasan yang dimaksud, yaitu sikap tegas yang diperbolehkan dalam Islam untuk mengatur kehidupan rumah tangga. Kekerasan yang terkadang ter dapat dalam sikap tegas ini, rupanya sering dipahami keliru oleh sebagian orang. Kekerasan ini dianggap tanpa batas. Jika suami terpaksa melakukannya maka harus memenuhi Kaidahnya antara lain: pukulan yang diberikan bukan pukulan yang menyakitkan, apalagi sampai mematikan; pukulan hanya diberikan jika tidak ada cara lain (atau semua cara sudah ditempuh) untuk memberi hukuman/pengertian; tidak boleh memukul ketika dalam keadaan marah sekali (karena dikhawatirkan akan membahayakan); tidak memukul pada bagian-bagian tubuh vital semisal wajah, kepala dan dada; tidak boleh memukul lebih dari tiga kali pukulan (kecuali sangat terpaksa dan tidak melebihi sepuluh kali pukulan); tidak boleh memukul jika kesalahan baru pertama kali dilakukan, maka harus diberi kesempatan bertobat dan minta maaf atas perbuatannya, dll.

Jika suami melanggar kaidah tersebut sampai menimbulkan bahaya maka Sanksi hukumnya adalah kewajiban membayar diyat (100 ekor unta), tergantung organ tubuh yang disakiti. Penyerang terhadap lidah dikenakan sanksi 100 ekor unta, 1 biji mata 1/2 diyat (50 ekor unta), satu kaki 1/2 diyat, luka yang sampai selaput batok kepala 1/3 diyat, luka dalam 1/3 diyat, luka sampai ke tulang dan mematahkannya 15 ekor unta, setiap jari kaki dan tangan 10 ekor unta, pada gigi 5 ekor unta, luka sampai ke tulang hingga kelihatan 5 ekor unta (Nidzam al-’Uqubat, Syaikh Dr. Abdurrahman).

Jika masing-masing, baik suami maupun istri menyadari perannya dan melaksa-nakan hak dan kewajiban sesuai syariat Islam, niscaya tidak dibutuhkan keke-rasan dalam menyelaraskan perjalanan biduk rumah tangga. Kekerasan dalam rumah tangga dapat terhindarkan biduk rumah tangga dibangun dengan pondasi syariat Islam, dikemudikan dengan kasih sayang dan diarahkan oleh peta iman. Islam memberikan amanah / tanggung jawab terhadap istri atau kepemimpinan keluarga kepada kepada suami sebagaimana yang tertulis dalam Alquran Surat An Nisa ayat 34. Sedang kan pada ayat 19-nya suami diperintah kan Allah untuk memimpin istrinya dalam suasana persahabatan dan mem perlakukan istrinya dengan ma’ruf.  Dalam Haditspun Rasulullah SAW ber sabda dalam khutbahnya pada saat haji Wada’: “Hendaklah kalian bertakwa kepada Allah dalam urusan kaum pe-rempuan, karena kalian telah meng-ambilnya sebagai amanat dari Allah, dan kalian pun telah menjadikan kehor-matan mereka halal dengan kalimat Allah…” Beliau juga bersabda :

خيركم خيركم لأهله وأنا خيركم لأهلي

Orang yang paling baik di antara kalian adalah yang paling baik perlakuannya terhadap keluarganya. Sesungguhnya aku sendiri adalah orang yang paling baik di antara kalian dalam mem perlakukan keluargaku.”(Sunan Tirmidzi)

Nabi saw mencontohkan bagaimana bergaul dengan keluarganya: suka bersenda gurau, senantiasa bersikap lemah lembut, sering membuat istri- istrinya tertawa, dan menunjukkan kasih sayangnya terhadap keluarganya. Beliau tidak mencontohkan kepemimpinan yang otoriter dalam keluarga. Walaupun beliau yang mengambil keputusan, beliau memberikan kesempatan kepada istri-istrinya untuk menyampaikan ke-inginan dan pemikiran mereka, menja-wab, membahas dan mendiskusikan perkataan-perkataan beliau kepada keluarganya. Ibnu Abbas berkata “Para istri berhak untuk merasakan suasana persahabatan dan pergaulan yang baik dari suami mereka, sebagaimana mereka pun berkewajiban untuk melakukan ketaatan dalam hal yang memang diwajibkan atas mereka terhadap suami mereka”.

Jadi jelaslah memperlakukan istri seba-gai properti atau sebagai barang yang tidak punya kehendak dan perasaan, bertentangan dengan perintah memper lakukan istri dengan ma’ruf. Demikian juga, seorang suami yang memimpin istrinya dengan baik tidak akan mem biarkan istrinya berperilaku bebas me-langgar perintah Allah dan Rasul-Nya karena seperti yang diamanahkan Allah SWT kepada suami dalam Alquran Surat At Tahrim ayat 6 agar menjaga dirinya dan keluarga dari api neraka. Mudah-mudahan tidak ada lagi manohara-manohara lainnya di kalangan kita¢

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s