Hikmah dari Al-Ghazali

Oleh Salman Abdillah, Santri asal JawaTengah
Dalam mengajarkan ilmu nya, Al-Ghazali sering mengajarkan ilmu agama dengan jalan hikmah. Se-perti saat ia melontarkan enam pertanyaan kepada murid-muridnya sebagai berikut: Suatu hari, Imam Al-Ghazali ber kumpul dengan murid-muridnya lalu beliau bertanya :

Pertanyaan pertama

Imam Ghazali : Apakah yang paling dekat dengan diri kita di dunia ini?
Murid 1 : Orang tua. Murid 2 : Guru
Murid 3 : Teman. Murid 4 : Kaum Kerabat. Imam Ghazali : Semua jawaban itu benar. Tetapi yang paling dekat dengan kita ialah MATI. Sebab itu janji Allah bahwa setiap yang bernyawa pasti akan mati, Allah SWT berfirman :

‘@ä. <§øÿtR èps)ͬ!#sŒ ÏNöqpRùQ$# 3

tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. ( Surah Ali-Imran: 185) .

Pertanyaan kedua

Imam Ghazali : Apa yang paling jauh dari kita di dunia ini ?. Murid 1 : Negeri Cina. Murid 2 : Bulan Murid 3 : Matahari. Murid 4 : Bintang-bintang. Iman Ghazali : Semua jawaban itu benar. Tetapi yang paling benar adalah MASA LALU. Bagaimana pun kita, apapun kendaraan kita, tetap kita tidak akan dapat kembali ke masa yang lalu. Oleh sebab itu kita harus menjaga hari ini, hari esok dan hari-hari yang akan datang dengan perbuatan yang sesuai dengan ajaran Agama.

Pertanyaan ketiga

Iman Ghazali : Apa yang paling besar didunia ini ?. Murid 1 : Gunung. Murid 2 : Matahari. Murid 3 : Bumi. Imam Ghazali : Semua jawaban itu benar, tapi yang besar sekali adalah HAWA NAFSU. Maka kita harus hati-hati dengan nafsu kita, jangan sampai nafsu kita membawa ke neraka. Hawa nafsu menjadikan kita tuli dan buta. Allah berfirman:

وَلَقَدْ ذَرَأْنَا لِجَهَنَّمَ كَثِيرًا مِنَ الْجِنِّ وَالْإِنْسِ لَهُمْ قُلُوبٌ لَا يَفْقَهُونَ بِهَا وَلَهُمْ أَعْيُنٌ لَا يُبْصِرُونَ بِهَا وَلَهُمْ آذَانٌ لَا يَسْمَعُونَ بِهَا أُولَئِكَ كَالْأَنْعَامِ بَلْ هُمْ أَضَلُّ أُولَئِكَ هُمُ الْغَافِلُونَ

Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk neraka jahanam banyak dari jin dan manusia yang mempunyai hati (tetapi) tidak mau memahami dengannya (ayat-ayat Allah), dan yang mempunyai mata (tetapi) tidak mau melihat dengannya (bukti ke-esaan Allah) dan yang mempunyai telinga  (tetapi) tidak mau mende-ngar dengannya (ajaran dan nasihat); mereka itu seperti binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi; mereka itulah orang-orang yang lalai. (QS Al-A’raaf: 179)

Pertanyaan keempat

Imam Ghazali : Apa yang paling berat didunia ?. Murid 1 : Baja. Murid 2 : Besi. Murid 3 : Gajah. Imam Ghazali : Semua itu benar, tapi yang paling berat adalah MEMEGANG AMANAH. Tumbuh-tumbuhan, binatang, gu-nung, dan malaikat semua tidak mampu ketika Allah SWT meminta mereka menjadi khalifah (pemimpin) di dunia ini. Tetapi manusia dengan sombongnya berebut menyanggupi permintaan Allah SWT sehingga banyak manusia masuk ke neraka karena gagal memegang amanah.

Allah berfirman :

إِنَّا عَرَضْنَا الْأَمَانَةَ عَلَى السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَالْجِبَالِ فَأَبَيْنَ أَنْ يَحْمِلْنَهَا وَأَشْفَقْنَ مِنْهَا وَحَمَلَهَا الْإِنْسَانُ إِنَّهُ كَانَ ظَلُومًا جَهُولًا

Sesungguhnya Kami telah menge-mukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, Maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan di pikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu Amat zalim dan Amat bodoh. (QS Al-Ahzab 72)

Pertanyaan kelima

Imam Ghazali : Apa yang paling ringan di dunia ini ?. Murid 1 : Kapas
Murid 2 : Angin. Murid 3 : Debu. Murid 4 : Daun-daun. Imam Ghazali : Semua jawaban kamu itu benar, tapi yang paling ringan sekali didunia ini adalah MENINGGALKAN SOLAT. Gara-gara pekerjaan kita atau urusan dunia, kita tinggalkan solat. Na’uzubillahiminzalik.

Pertanyaan keenam

Imam Ghazali : Apa yang paling tajam sekali didunia ini ?. Murid-Murid dengan serentak menjawab : Pedang. Imam Ghazali : Itu benar, tapi yang paling tajam sekali didunia ini adalah LIDAH MANUSIA. Karena melalui lidah, manusia dengan mudahnya menyakiti hati dan melukai perasaan saudaranya sendiri.

Lidah itu memang lunak tidak bertulang, oleh karena itu orang yang tidak menguasai ilmu beladiri sekalipun bisa bersilat lidah. Lihatlah ..si fulan yang kemarin mengatakan ‘a’ hari ini berbalik mengatakan ‘b’. si fulan yang lain,  dusta ibarat gula-gula di lidahnya … Lidah itu tajam laksana pedang bahkan ia adalah pedang bermata dua. Jika luka tersayat pedang tidaklah susah untuk diobati ..tetapi hati yang terluka ditikam kata-kata kemana kan dicarikan penawarnya? Entah berapa banyak persaudaraan terputus ditebas lidah dan tidak sedikit pula dua yang bersahabat jadi musuh bebuyutan karena tikaman lidah.  Maka Renungkanlah pertanyaan dan pernyataan Al-Ghazali diatas.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s