MIRASANTIKA (Edisi Isro Mi’roj)

Masih ingatkah anda lagu yang dibawakan oleh soneta yang ber judul mirasantrika? Baiklah, tidak ada salahnya jika anda membaca bait demi bait lagu bang haji berikut ini:

Dulu aku suka padamu dulu aku memang suka….Dulu aku gila padamu dulu aku memang gila…..Sebelum aku tahu kau dapat merusakkan jiwaku….Sebelum aku tahu kau dapat menghan-curkan hidupku…..

Sekarang tak-tak-tak-tak ‘Ku tak mau tak mau tak-tak-tak-tak-tak….Sekarang tak-tak-tak-tak….‘Ku tak sudi tak tak taka sudi ku tak sudi tak …

Minuman keras (miras), apa pun namamu… Tak akan kureguk lagi dan tak akan kuminum lagi walau setetes (setetes)….Dan narkotika (tika), apa pun jenismu…..Tak akan kukenal lagi Dan tak akan kusentuh lagi walau secuil (secuil)…

Gara-gara kamu orang bisa menjadi gila
Gara-gara kamu orang bisa putus sekolah
Gara-gara kamu orang bisa menjadi edan
Gara-gara kamu orang kehilangan masa depan…..

Lirik lagu diatas begitu menyentuh dan juga rasional dan kemungkinan lagu ini bisa menyadarkan pengguna mirasan-tika, sehingga mau meninggalkannya.

Namun begitu memilukan tatkala saya melihat di tayangan televisi pada acara berita liputan 6 SCTV, bahwa salah seorang personel soneta (HZ) yang mendendangkan lagu diatas dibekuk  Unit Narkoba Polres Jakarta Timur, Kamis (16/7/09) tadi malam, karena kedapatan membawa dua linting ganja di Hotel Nirwana bersama istrinya. Yang lebih memalukan lagi ia mengaku telah mengkonsumsi barang haram tersebut semenjak 20 tahun yang lalu.

Ya salaam…Begitu dahsyatnya rayuan mirasantika sehingga orang yang berkoar-koar melawan narkoba ter-nyata ia hanyut didalam arusnya. Namun ini bukan kali pertama, masih ingatkah artis roy martin yang aktif mengkampanyekan antinarkoba namun ia sendiri terkangkap karena kasus narkoba.

Disisi yang lain, saya teringat dengan cerita populer mengenai kisah isro’ mi’roj Nabi Muhammad SAW.

Ketika dalam perjalanan isro’, Malaikat Jibril menghidangkan dua gelas kepada Nabi. Satu gelas berisi minuman khomer dan gelas yang lain berisi susu maka Baginda memilih susu. Dan Jibrilpun berkata:

الحمد لله الذي هداك للفطرة، ولو أخذت الخمر غوت أمتك.

“Segala puji bagi Allah yang telah menunjukkanMu kepada kesucian, seandainya engkau mengambil khomer (minuman keras) niscaya akan tersesatlah engkau dan umat engkau.”

Terbesit didalam benak saya, Rasul telah memilih fitrah (susu) dan meninggalkan khomer dan ternyata tidak sedikit dari ummat beliau yang memilih khomer. Bagaimana jika beliau memilih khomer? (Namun hal itu tidak akan dilakukan oleh beliau)

Oknum soneta diatas mengkonsumsi satu jenis mirasantika dengan alasan untuk meningkatkan rasa percaya diri ketika manggung. Alasan senada boleh jadi akan dikatakan para pengkonsumsi barang haram itu, misalnya untuk menghilangkan rasa capek, biar semangat dll.

Alasan tersebut sah-sah saja, kita akui memang mirasantika ada manfaatnya sebagaimana pengakuan mereka. Bahkan Al-Qur’an juga mengakuinya. Allah swt berfirman :

يَسْأَلُونَكَ عَنِ الْخَمْرِ وَالْمَيْسِرِ قُلْ فِيهِمَا إِثْمٌ كَبِيرٌ وَمَنَافِعُ لِلنَّاسِ وَإِثْمُهُمَا أَكْبَرُ مِنْ نَفْعِهِمَا (البقرة 219)

Mereka bertanya kepadamu tentang khamar dan judi. Katakanlah: “Pada keduanya terdapat dosa yang besar dan beberapa manfaat bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfaatnya”.

Inilah yang perlu digaris bawahi bahwa meskipun mirasantika memi-liki manfaat akan tetapi efek dosanya jauh lebih besar ketimbang manfaat-nya.

Coba saksikan! peminum dan pecan-du narkotika, lihat matanya, wajah nya, pakaiannya, badannya bagaikan bangkai yang hidup. Tidak ada satupun binatang yang menyamai moralnya, mereka bukanlah ahli shalat, bukan ahli ibadah, tetapi ahli

mencuri, berjudi dan berzina.Mereka merusak jasad, akal dan ibadahnya, naudzu billahi mindzalik. Oleh karena itu benarlah firman Allah di dalam surat AI Maidah: 90-91.

……çnqç7Ï^tGô_$$sù öNä3ª=yès9 t.bqßsÎ=øÿè?……

Mereka disuruh berhenti minum khomer, karena melupakan ibadah kepada Allah, yang ini lebih ber-bahaya daripada kerusakan fisik. Jika mau berhenti niscaya mendapat keberuntungan. Islam menghendaki agar umat manusia tetap memiliki martabat dan nilai-nilai manusia sebagai makhluk Allah yang mulia dan pantas dimuliakan dan dihormati.

Bukankah Manusia menjadi mulia dari pada bintang karena karena manusia memiliki akal. Jika seseorang meminum khomer berarti ia tidak menghendaki akalnya. Jika manusia sudah tidak berakal maka derajatnya akan sama dengan bina-tang. Rusaknya akal akan meng-akibatkan rusaknya organ tubuh lainya seperti: lisan, pendengaran, mata, tangan, hati, kelamin dan kaki.

Wallahu A’lam.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s