Sakinah, Mawaddah Wa Rahmah

Dalam sebuah acara pernikahan, sang qari’ melantunkan ayat al-qur’an Surat Ar-Rum 21 berikut :

Artinya: dan di antara tanda-tanda keku-asaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat  tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.

Berkali-kali kita mendengar ayat ini, namun jarang sekali kita mere-nungkan apa maksudnya baik yang tersirat maupun yang tersurat.

Bani Adam (manusia) itu laki-laki dan menjadikan wanita dari jenis lain selain mereka, seperti bila berasal dari bangsa jin atau hewan, maka tentu tidak akan terjadi kesatuan hati di antara mereka dan pasangan (istri) mereka, bahkan sebaliknya membuat lari, bila pasangan tersebut berasal dari lain jenis. Kemudian, di antara kesempurnaan rahmat-Nya kepada Bani Adam, Dia menjadikan pasangan mereka dari jenis mereka sendiri dan menjadikan di antara sesama mereka rasa kasih (mawaddah), yakni cinta dan rasa sayang (rahmah), rasa kasihan. Sebab, bisa jadi seorang laki-laki mengikat wanita karena rasa cinta atau kasih terhadapnya hingga mendapat kan keturunan darinya atau ia (si wanita) butuh kepadanya dalam hal nafkah atau agar terjadi kedekatan hati di antara keduanya, dan lain sebagainya.

Renungan Kedua,

Abu al-Hasan al-Mawardy dalam an-Nukat Wa al-‘Uyûn berkata menge-nai makna, “Dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang.” Di dalam ayat ini terdapat empat pendapat:
Pertama, bahwa arti Mawaddah (rasa kasih) adalah al-Mahabbah (kecintaan)

Renungan Pertama.

Dalam Tafsir Ibnu katsir disebutkan : Di antara tanda kebesaran-Nya yang menunjukkan keagungan dan ke-sempurnaan kekuasaan-Nya, Dia menciptakan wanita yang menjadi pasangan kamu berasal dari jenis kamu sendiri sehingga kamu cen-derung dan tenteram kepadanya. Andaikata Dia menjadikan semua

sedangkan arti Rahmah (rasa sayang) adalah asy-Syafaqah (rasa kasihan).

Ke-dua, bahwa arti Mawaddah adalah al-Jimâ’ (hubungan badan) dan Rahmah adalah al-Walad (anak).

Ke-tiga, bahwa arti Mawaddah adalah mencintai orang besar (yang lebih tua) dan Rahmah adalah welas asih terhadap anak kecil (yang lebih muda).

Ke-empat, bahwa arti keduanya adalah saling berkasih sayang di antara pasangan suami-isteri.

Istilah sakinah juga digunakan Al qur’an untuk menggambarkan kenya-manan keluarga. Istilah ini mem-punyai akar kata yang sama dengan “sakanun” yang berarti tempat tinggal. Bisa disimpulkan bahwa istilah tersebut digunakan Al qur’an untuk menyebut tempat berlabuhnya setiap anggota keluarga dalam suasana yang nyaman dan tenang, sehingga menjadi lahan subur untuk tumbuhnya cinta kasih (mawaddah warahmah) di antara sesama anggotanya. Untuk mencapai itu semua, dalam bangunan rumah tangga Allah SWT telah menetapkan hak dan kewajiban. Maka dari itu Rasul menyebut Rumah sederhana

Beliau dengan istilah “Rumahku Surgaku”.

Renungan Ketiga,

Perempuan yang paling mempesona bukanlah yang tercantik parasnya, dan kaya hartanya, akan tetapi yang paling mempesona adalah istri yang shalehah, istri yang ketika suami memandangnya pasti menyejukkan mata, ketika suaminya menuntunnya kepada kebaikan maka dengan sepenuh hati dia akan mentaatinya, jua tatkala suami pergi maka dia akan amanah menjaga harta dan kehormatannya. Istri yang tidak silau dengan gemerlap dunia melainkan istri yang selalu bergegas merengkuh setiap kemilau ridha suami. Namun yang perlu diingat bahwa semua di ciptakan dalam keseimbangan, Maka Ingatlah ketika suami mengharapkan istri berperilaku seperti Khadijah istri Nabi, maka suami juga harus meniru perilaku Nabi kepada para Istrinya. Jangan hanya berharap dan menun-tut dari satu pihak saja.

Renungan Ke-empat,

Selain sebuah keluarga harus menge-tahui hak dan kewajiban, keluarga

Haruslah bisa meredam emosi dan pertikaian. Rosulullah bersabda: “laki – laki yang terbaik dari umatku adalah orang yang tidak menindas keluarga -nya, menyayanginya dan tidak berlaku dzalim pada mereka.” Ada suatu kisah dalam kitab makarimul Akhlaq, pada suatu hari seorang sahabat menghadap Rasulullah dan berkata: “ya Rasulullah, aku mem-punyai seorang istri yang selalu me-nyambutku ketika aku datang dan menghantarkanku saat aku keluar rumah. Jika ia melihatku termenung, ia sering menyapaku dengan menga-takan: ada apa denganmu? Apa yang kau risaukan? Jika rizkimu yang kau risaukan, ketahuilah bahwa rizkimu ada ditangan Allah. Tapi jika yang kau risaukan adalah urusan akhirat maka semoga Allah menambah rasa risau mu.” Setelah mendengar cerita saha-bat tersebut, Rasulullah bersabda: “sampaikan kabar gembira pada istrimu tentang surga yang sedang menunggunya! Dan katakan padanya bahwa ia temasuk salah satu pekerja Allah. Allah mencatat setiap hari bagi nya pahala tujuh puluh syuhada’.

Semoga setiap kita bisa mewujudkan keluarga yg sakinah..

One response to “Sakinah, Mawaddah Wa Rahmah

  1. subhanallah..jadi pencerahan n dpt ilmu setelah baca pengetahuan ini,,mudah-mudahan saya bisa mengaplikasikan rasa rahmah dalam kehidupan sehari-hari kepada semua orang.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s