Alhamdulillah Merdeka

Agama Islam adalah agama fitrah, agama naluri kesucian manusia. Cinta tanah air adalah naluri manusia, cinta kepada tempat dimana kita lahir dan dibesarkan adalah fitrah. Karena itu, ada perkataan Cinta tanah air adalah manifestasi dari iman (Hubbul Wathan minal iman). Sebagian orang mengatakan bahwa ini adalah perkataan Rasul, tetapi yang benar adalah ini adalah slogan, semboyan atau perkataan belaka yang tidak ada kaitannya dengan Rasul SAW. Jika dikatakan hadits maka ini adalah hadits maudlu (palsu).
Terlepas dari hadis yang maudlu’ tadi, Ketika hendak hijroh Nabi bersabda :
“Demi Allah! Engkau (Mekah) adalah bumi Allah yang paling aku cintai. Demi Allah! Engkau adalah bumi Allah yang paling dicintai oleh Allah. Andaikan pendudukmu tidak mengusir aku, niscaya aku tidak akan pergi meninggalkanmu”.

Cinta tanah air termanifestasikan dalam bentuk mempertahankan negara. Jika musuh masuk ke negara kita dan mengusir kita dari tempat tinggal kita, maka tidak ada kata lain, no way, kita harus bangkit, yang mati karenanya adalah syahid. Seandainya leluhur kita tidak berjuang dahulu maka kita tidak akan seperti sekarang ini.

Maka dari itu, marilah kita mensyukuri kemerdekaan yang kita rasakan saat ini, karena kemerdekaan adalah salah satu nikmat yang besar dianugerahkan kepada kita. Bagaimana kita meng-ingat kenikmatan kemerdekaan ini ? Kita kenang perjuangan para leluhur kita, kita ingat cita-cita perjuangan mereka, kita kenang jasa-jasa mereka. Bukankah bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya. Namun tidak hanya dikenang tapi kita mendoakan dan menghadiahkan bacaan fatihah kepa-da pejuang-pejuang kemerdaan yang muslim.

Bagaimana agar kita bisa mengetahui bahwa kemerdekaan itu berupa nik-mat? Nikmat akan terasa kebera-daanya jika ia lepas dari tangan kita. Kesehatan yang kita miliki akan terasa indah jika kita sudah jatuh sakit. Namun bukan berarti kita mengunggu dijajah lagi oleh bangsa lain kemudian kita baru bersyukur, tidak. Kita akan sadar arti sebuah kemerdekaan de-ngan membandingkan dengan Nega-ra-negara yang sedang direnggut ke-merdekaannya, seperti yang dialami Irak, Afganistan dll. Atau Bayangkan saja betapa sulitnya masa perjuangan itu.

Peristiwa jatuhnya bom atom di Hirosima dan Nagasaki, membuat Jepang shock. Dan tanggal 15 Agustus 1945, pemerintah Jepang menyerah tanpa syarat kepada sekutu.  Mendengar berita kekalahan Jepang, para pemuda melihat adanya momentum yang tepat untuk segera memproklamirkan kemerdekaan. Namun, harapan para pemuda tidak semulus yang di bayangkan.Golongan tua justru melihat pada saat itu kekuatan Jepang masih terlalu kuat. Akhirnya, timbullah peristiwa pen-culikan Soekarno-Hatta ke Rengas-dengklok. Setelah didesak,  akhirnya semua sepakat pada tanggal 17 Agustus 1945 kemerdekaan RI di-proklamasikan.

Ini adalah cuplikan perjuangan untuk meraih kemerdekaan dan setelah merdekapun perjuangan tetap di kumandangkan karena silih berganti Negara yang lain ingin juga menjajah tanah air kita. Negara yang me-nyimpan segudang materi dan sumber daya alam yang luar biasa, bahkan orang-orang lain menyebut-nya, Indonesia sebagai bagian kecil dari taman-taman surga.

Kita pun bisa belajar dari negara kita sendiri, karena negara kita mengan-dung juga makna-makna yang dalam. Seperti di negeri kita, tumbuh berdampingan antara pohon besar dan rumput di sekitarnya. Kita bisa mengambil pelajaran bhw rumput kecil bisa hidup berdampingan dengan pohon besar tanpa merasa khawatir tidak kebagian rizki. Pohon besarpun melindungi rumput dari panas terik dan angin besar. Kalau pohon dan rumput bisa demikian, seharusnya antara rakyat kecil dan para pengusaha besar dan pejabat dapat hidup berdampingan dan saling membantu.

Mensyukuri adalah menggunakan anugerah nikmat sesuai dengan tujuan anugerah itu diberikan. Seperti misalkan kita diberi peci, maka mensyukurinya adalah peci itu digunakan, dan harus diletakkan di kepala, bukan untuk menggosok sepatu. Mensyukuri kemerdekaan adalah demikian juga, harus sesuai dengan cita-cita kemerdekaan itu sendiri, yaitu bisa mengelola negara dan bangsa sendiri seoptimal dan sebaik mungkin. Kemerdekaan bukanlah kebebasan yang mutlak. Karena kebebasan yang mutlak  bisa  menyebabkan kerusa-  yang mutlak pula.

Jika kita bersyukur  terhadap nikmat yang diberikan oleh Allah, maka janji Allah akan menambah nikmat ter-sebut. Kita bersyukur bukan hanya memenuhinya dengan mengucapkan ‘alhamdulillah’ tapi harus dibarengi pula dengan bekerja keras, bekerja  dengan giat memanfaatkan semua nikmat sesuai dengan fungsinya dan menggali potensi-potensi nikmat yang belum tergali dan ter manfaatkan. Terlebih potensi pada diri kita sendiri kita gunakan untuk kemanfaatan bangsa dan negara sehingga kita menjadi khoirun nas anfauhun lin naas.. Merdeka.. Mer-deka..  Merdeka..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s