AYAT-AYAT GEMPA

Gempa dan gempa terus menerpa bangsa ini, bahkan semua daerah di indonesia ini adalah rawan gempa akibat retakan lempeng bumi yang terjadi. Di jawa timur sebagaimana dinyatakan oleh pak gubernur telah siap menghadapi bencana, bahkan sudah banyak dilakukan pelatihan dan mendorong di pantai selatan membuat persiapan lahir batin di dalam menghadapi berbagai kemungkinan.

Lebih jauh lagi beredar isu bahwa di jawa timur akan terjadi gempa yang berpusat di pantai selatan dengan

Kekuatan 8.8 SR. Meskipun kabar ini ditepis oleh pak gubernur karena  tidak ada pernyataan dari BMKG mengenai hal tersebut, Namun beliau mengingatkan “Kita tetap harus hati-hati, karena bencana tidak bisa diprediksi”.

Kabar adanya gempa di Jawa Timur berasal dari tayangan running teks sebuah televisi swasta. Selain itu, di facebook maupun SMS juga beredar dahsyat tak terbendung.

Kabar – kabar tersebut janganlah membuat panik dan jangan juga

Diremehkan, karena sekali lagi sebagaimana perkataan pak gubernur yang di tulis oleh detik surabaya: “Kita tetap harus hati-hati, karena bencana tidak bisa diprediksi”.

Boleh jadi bencana ini karena akibat ulah manusia, atau karena memang usinya sudah tua atau karena menjadi bahan teguran dan renungan buat kita semua. “Barangkali di sana ada jawabnya, Mengapa di tanahku terjadi bencana, Mungkin Tuhan mulai bosan melihat tingkah kita, yang selalu salah dan bangga dengan dosa-dosa..Ini bukan hukuman, hanya satu isyarat,
bahwa kita mesti banyak berbenah..
Cambuk agar kita sadar, Adalah Dia di atas segalanya..Adalah Dia di atas segalanya..”
Begitulah kata Ebiet G Ade dalam syair lagunya.

Akhir-akhir ini beredar marak SMS pasca gempa termasuk penulis juga mendapatkannya. SMS tersebut berisi:

“Gempa di Padang jam 17.16, gempa susulan 17.58, esoknya gempa di Jambi jam 8.52. Coba lihat Al-Qur’an!” demikian bunyi pesan singkat yang beredar. Siapa pun yang membuka Al-Qur’an dengan tuntunan pesan singkat tersebut akan merasa kecil di hadapan Allah Swt.

Setelah saya cek ternyata jam dan menit dalam surat dan ayat Al-Qur’an menunjukkan ayat-ayat adzab yang diturunkan oleh Allah swt. Sbb:

Ayat Pertama : Pukul 17.16 merujuk pada QS. Al Israa’[17] ayat 16:

وَإِذَا أَرَدْنَا أَنْ نُهْلِكَ قَرْيَةً أَمَرْنَا مُتْرَفِيهَا فَفَسَقُوا فِيهَا فَحَقَّ عَلَيْهَا الْقَوْلُ فَدَمَّرْنَاهَا تَدْمِيرًا

“Dan jika Kami hendak membinasa-kan suatu negeri, maka Kami pe-rintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (supaya mentaati Allah) tetapi mereka me-lakukan kedurhakaan dalam negeri itu, maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya perkataan (ketentuan Kami), kemudian Kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya.”

Ayat Kedua: Pukul 17.58 merujuk pada QS. Al Israa’[17] ayat 58:

وَإِنْ مِنْ قَرْيَةٍ إِلَّا نَحْنُ مُهْلِكُوهَا قَبْلَ يَوْمِ الْقِيَامَةِ أَوْ مُعَذِّبُوهَا عَذَابًا شَدِيدًا كَانَ ذَلِكَ فِي الْكِتَابِ مَسْطُورًا

“Tak ada suatu negeri pun (yang durhaka penduduknya), melainkan Kami membinasakannya sebelum hari kiamat atau Kami azab (penduduknya) dengan azab yang sangat keras. Yang demikian itu telah tertulis di dalam kitab (Lauh Mahfuz).”

Ayat Ketiga: Pukul 08.52 merujuk pada QS. Al-Anfaal [08] ayat 52:

كَدَأْبِ آلِ فِرْعَوْنَ وَالَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ كَفَرُوا بِآيَاتِ اللَّهِ فَأَخَذَهُمُ اللَّهُ بِذُنُوبِهِمْ إِنَّ اللَّهَ قَوِيٌّ شَدِيدُ الْعِقَابِ

(Keadaan mereka) serupa dengan keadaan Fir’aun dan pengikut-pengikutnya serta orang-orang se-belumnya. Mereka mengingkari ayat-ayat Allah, maka Allah me-nyiksa mereka disebabkan disebab kan dosa-dosanya. Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi Amat Keras siksaan-Nya.”

Tiga ayat Allah SWT di atas, yang ditunjukkan tepat dalam waktu kejadian tiga gempa kemarin di Sumatera, berbicara mengenai azab Allah berupa kehancuran dan

kematian, dan kaitannya dengan hidup bermewah-mewah dan ke-durhakaan, dan juga dengan keadaan Fir’aun dan pengikut-pengikutnya.

Terlepas dari pro/kontra, benar/ salah, kebetulan/sengaja maka saya mengajak pembaca setia buletin al-murtadlo untuk banyak bertaubat, beribadah dan bersedekah serta amar ma’ruf nahi munkar, supaya kita terhindar dari bala’ bencana.

Sesaat setelah terjadi gempa dahsyat di madinah pada zaman umar bin khottob RA, beliau langsung ber pidato dengan lantangnya:

يا أهل المدينة ما أسرع ما أحدثتم والله لئن عادت لأخرجن من بين أظهركم

Wahai penduduk madinah, betapa cepatnya (balasan Allah) atas (maksiat) yang kau perbuat, Demi Allah Jika (kemaksiatan) kembali dilakukan maka sungguh-sungguh akan saya usir (pelakunya) dari kalangan kita.

Umar sadar bahwa gempa bukan hanya faktor Alam tapi jufa faktor maksiat manusia, bertaubatlah.¢

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s