Deteksi Dini Aliran Sesat

Bak jamur di musim hujan, aliran sesat begitu subur tumbuh di negeri kita yang mayoritas penduduknya adalah muslim. Setelah mushadeq yang mengaku nabi sampai lia eden yang mengaku menjadi malaikat jibril yang telah mendapat proses dan tindakan hukum, akhir-akhir ini banyak lagi bermunculan aliran sesat baru. Pada edisi kali ini akan kami ulas ringkasannya dan bagaimana cara untuk deteksi dininya.

Di Mojokerto terdapat sebuah aja-ran yang disinyalir beraliran sesat yang bernama aliran Santriloka. Aliran ini tidak mewajibkan para pengikutnya untuk menunaikan salat lima waktu. Selain itu ajaran ini juga tidak mewajibkan pengikutnya me-nunaikan ibadah puasa. Bahkan para santri yang dibaiat syahadat, harus menyerahkan uang sedikitnya Rp 100 ribu yang dicampur dengan bunga tertentu.

Di Tulungagung, terdapat aliran yang dikenal dengan sekte Baha’I yang meyakini bahwa  datangnya hari dimana dunia telah berakhir, termasuk dibangkitkanya manusia untuk penghisaban amal perbuatan selama hidup di dunia adalah  tidak pernah ada. Mereka juga menilai zakat sebagai perbuatan pemborosan yang tak ada gunanya. Begitu juga kendurian. Mereka juga mengenal puasa, yang biasanya dilakukan selama 19 hari sebelum merayakan Hari Raya Naurus yang jatuh setiap tanggal 21 Maret. Mereka melakukan salat sehari sekali, dengan hanya berdiri menghadap kiblat Gunung Carmel Israel, meskipun pengikut Baha’i ini sebelumnya semuanya beragama Islam.

Ada lagi di bandung, Aliran sesat yang disebarkan Wahyu Kurnia yang mewa-jibkan pengikutnya membaca ayat-ayat suci alquran sambil diiringi musik disko. Wahyu juga mewajibkan pe-ngikutnya untuk berjalan-jalan setelah Subuh sambil membaca ayat suci Alquran, yang dia sebutnya sebagai kalam gerak. Setiap tanggal 1 dan 17 dia mewajibkan pengikutnya meng-gunakan pakaian serba putih dan membawa domba ke padepokannya. Aliran ini dikenal dengan Amanah Keagungan Ilahi.

Di Blitar, terdapat aliran sesat ‘tiket ke surga’. Dalam prakteknya, pengikut aliran tersebut diwajibkan membayar biaya sebesar Rp 3 juta hingga Rp 7 juta, serta melaksanakan sholat wajib 5 waktu selama 41 hari secara terus menerus, agar bisa masuk ke surga. Yang mengejutkan lagi, setelah penganut melaksanakan seluruh permintaan tersebut tidak lagi diwajibkan melaksanakan perintah agama lainnya, seperti puasa dan zakat dan dijamin akan masuk ke dalam surga 100%. Apabila biaya yang dibayarkan hanya Rp 3 juta dijamin bebas siksa kubur, sementara apabila bayar Rp 5 juta masuk surga setelah sebelumnya disiksa di neraka, dan yang bayar Rp.7 juta dijamin akan langsung masuk ke dalam surga tanpa ada halangan.

Di Sumedang terdapat Pesanggrahan Terang Hati Cupu Negara yang di pimpin Soenarto alias Aa alias Noer-djadi ini terang-terangan mengaku dirinya sebagai nabi yang berencana akan ‘memindahkan Ka’bah’ dari Mekah ke pesanggrahannya. Dengan maksud agar para pengikutnya tak perlu lagi menunaikan ibadah haji ke Mekah, cukup masuk pesanggrahan yang dipimpinnya.

Ulama sebagai pewaris nabi memiliki peran dan tanggung jawab besar dalam membimbing umat untuk tetap istiqamah menjalankan nilai-nilai Islam yang benar sebagaimana diajarkan oleh Rasulullah SAW. Karena itu, ulama harus bersikap tegas, arif dan bijaksana terhadap setiap penyimpangan, baik terkait dengan akidah maupun syariah Islam. Ketidaktegasan sikap akan membuat penyimpangan dalam akidah dan syariah semakin marak dan meluas. Untuk itulah Majelis Ulama Indonesia (MUI) memberikan 10 Kriteria suatu aliran dianggap Sesat.

Suatu faham atau aliran keagamaan dinyatakan sesat apabila memenuhi salah satu dari kriteria berikut:

(1) Mengingkari salah satu dari rukun iman yang 6 (enam) yakni beriman kepada Allah, kepada Malaikat-Nya, kepada kitab-kitab-Nya, kepada Rasul-Rasul-Nya, kepada hari Akhi-rat, kepada Qadla dan Qadar dan rukun Islam yang 5 (lima) yakni mengucapkan dua kalimah syahadat, mendirikan shalat, mengeluarkan zakat, berpuasa pada bulan Ramadhan, menunaikan Ibadah haji.

(2) Meyakini dan atau mengikuti akidah yang tidak sesuai dengan dalil syar’i (Al-Quran dan As-sunah);

(3) Meyakini turunnya wahyu setelah Al-Quran.

(4) Mengingkari otentisitas dan atau kebenaran isi Al-Quran;

(5) Melakukan penafsiran Al-Quran yang tidak berda-sarkan kaidah-kaidah tafsir

(6) Mengingkari kedudukan hadis Nabi sebagai sumber ajaran Islam;

(7) Menghina, melecehkan dan atau merendahkan para nabi dan rasul;

(8) Mengingkari Nabi Muhammad SAW sebagai Nabi dan Rasul terakhir;

(9) Merubah, menambah dan atau mengurangi pokok-pokok ibadah yang telah ditetapkan oleh syari’ah, seperti haji tidak ke Baitul-lah, shalat fardlu tidak 5 waktu.

(10) Mengkafirkan sesama muslim tanpa dalil syar’i, seperti meng kafirkan muslim hanya karena bukan kelompoknya.

10 Kriteria tersebut sebagai deteksi dini aliran sesat sehingga jika kita menemuinya kita bisa menyadari dan tidak terjerumus kedalam aliran sesat tersebut. Wallahu A’lam

3 responses to “Deteksi Dini Aliran Sesat

  1. Subhanallah…
    masih ada saja orang yang mengajarkan sesat kepada masyarakat banyak…
    sesunggunya pa yang ada didalam benak pemimpinnya tersebut..
    dan apa juga yang ada didalam pemikiran para pengikutnya…

    aliran santriloka ini melebihi lia eden yang alirannya terungkap beberapa tahun yang lalu…
    pemimpin santriloka ini masih saja menyangkal dan juga menantang agama islam yang sesungguhnya…
    dimana dia tetap teguh dengan pendiriannya…
    dia mengatakan bahwa pengikutnya tidak usah menjalankan ibadah puasa karena selama dalam kandungan kita sudah puasa…
    dia juga mengatakan bahwa pengikutnya tidak diwajibkan untuk sholat 5waktu, sholat itu bisa diganti dengan perbuatan baik dan juga menolong dan sedekah…

    semoga saja para pengikutnya sadar bahwa aliran santriloka yang mereka ikuti adalah sesat…
    semoga mereka mendapatkan ampunan dari sang Maha Kuasa…

    Iklan

  2. dari kesepuluh kriteria diatas adalah mengklaim kafir bagi sesama muslim karena bukan bagian dari kelompoknya pertanyaanya bagaimanakah hukumnya orang khawarij? bagaimanak hukumnya orang NU yang sering mengklaim organisasi laen adalah sesat? dan bagamanakh oknum2 kyai ulama’ salaf yang sering mengklaim kafir tanpa mengetahui dan menguasai budaya populer?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s