Dahsyatnya ASYURO

iriwayatkan dari Abi Hura-iroh R.A berkata, Rasulul-lah SAW bersabda :

إن الله عزوجل افترض على بني إسرائيل صوم يوم في السنة، وهو يوم عاشوراء، وهو اليوم العاشر من

المحرم – فصوموه ووسعوا على عيالكم فيه، فإنه من وسع فيه على عياله وأهله من ماله وسع الله عليه سائر سنته

Sesungguhnya Allah azza wajalla mewajibkan kepada  bani israil berpuasa sehari dalam setahun yaitu hari asyura [10 muharram]. maka berpuasalah dan bermurah hatilah kepada keluargamu. maka sesungguh nya barangsiapa bermurah hati  kepada keluarganya dari hartanya maka Allah SWT melapangkan  rizqinya [permin-taanya].

فصوموه…..

Maka Berpuasalah Kamu sekalian Pada Hari Asyuro Karena Sesungguhnya di hari asyura Allah SWT menerima taubatnya Nabi adam, Allah SWT mengangkat Nabi Idris pada tempat yang tinggi [surga], Allah SWT mengeluarkan Nabi Nuh dari perahu nya, Allah SWT menyelamatkan Nabi Ibrahim dari apinya  raja namrud, Allah SWT menurunkan kitab Taurat kepada Nabi Musa, Nabi Yusuf dikeluarkan dari

penjara, dikembalikannya penglihatan Nabi Ya`qub, sembuhnya Nabi Ayyub dari penyakit kulit, dikeluarkannya Nabi Yunus dari perutnya ikan nun, tenggelamnya bani israel di laut merah, diampuni dosanya Nabi Daud, Allah SWT memberikan kerajaan kepada Nabi Sulaiman, dan diampuninya dosa Nabi Muhammad SAW serta hari pertama dijadikanya dunia. pertama kali di turunkannya rahmat di bumi, pertama kali diturunkanya hujan dari  langit. Barang siapa berpuasa di hari asyura maka seakan-akan berpuasa satu tahun yaitu puasanya para Nabi. Hari asyura adalah hari Allah SWT menciptakan arsy, lauhul mahfud , qolam dan diciptakannya malaikat jibril, diangkat nya Nabi Isa serta terjadinya hari kiamat.

Dalam tradisi kita, Hari asyuro lebih dikenal sebagai hariraya anak yatim dimana mereka bergerombol  men datangi rumah-rumah orang kaya atau para dermawan. Di situ mereka mem peroleh pembagian uang. Kebiasaan demikian sungguh amat terpuji, tetapi apakah para anak yatim hanya butuh bantuan sekali dalam setahun?

Dalam islam, Menyantuni anak yatim adalah perbuatan terpuji, bahkan Allah mengangkat derajat orang-orang yang suka menyantuni anak yatim; sebagai mana sabda Nabi, “Barang siapa yang

menanggung makan dan minum (me-melihara) anak yatim dari orang Islam, sampai Allah SWT mencukupkan dia, maka Allah mengharuskan ia masuk surga, kecuali ia melakukan dosa yang tidak terampunkan” (H.R. Turmudzi).

Di masa Rasulullah Saw dan Sahabat, di mana perang demi perang terus ber kecamuk, banyak korban berjatuhan, banyak istri menjadi janda dan banyak pula anak menjadi yatim di tinggal syahid oleh suami atau ayahnya. Tetapi dari berbagai kisah yang ada, tidak satu pun ditemukan dari mereka yang hidup terlantar dan terlunta-lunta, para sahabat bersegera untuk menyantuni anak-anak yang ditinggalkan ayahnya bahkan menyunting para istri yang ditinggalkan. Hal ini merupakan realitas sosial yang sangat indah, di mana seseorang tidak membiarkan orang lain bersedih menanggung kesulitan hidup sendirian, tenggelam dalam kesedihan dan keterpurukan.

Pernah Suatu saat Rasulullah saw menemukan seorang gadis kecil sedang duduk bersedih. Ia memakai pakaian tambal-tambal dan sepatu yang telah usang. Rasulullah saw lalu bergegas menghampirinya. Gadis kecil itu me nutupi wajahnya dengan kedua tangan nya, lalu menangis tersedu-sedu. Rasulullah saw kemudian meletakkan

tangannya dengan penuh kasih sayang di atas kepala gadis kecil tersebut, lalu bertanya : “Anakku, mengapa kamu menangis? Hari ini adalah hari raya bukan?” Gadis kecil itu terkejut. Tanpa berani mengangkat kepalanya dan melihat siapa yang bertanya, perlahan-lahan ia menjawab sambil bercerita : “Pada hari raya yang suci ini semua anak menginginkan agar dapat meraya-kannya bersama orang tuanya dengan berbahagia. Anak-anak bermain dengan riang gembira. Aku lalu ter ingat pada ayahku, itu sebabnya aku menangis. Ketika itu hari raya terakhir bersamanya. Ia membelikanku sebuah gaun berwarna hijau dan sepatu baru. Waktu itu aku sangat bahagia. Lalu suatu hari ayahku pergi berperang bersama Rasulullah saw sampai ia meninggal. Dan menjadi anak yatim. Jika aku tidak menangis untuknya, lalu siapa lagi?”

Mendengar hal tersebut, Dengan penuh kasih sayang Rasulullah saw membelai kepala gadis kecil itu sambil berkata: “Anakku, hapuslah air mata mu. Angkatlah kepalamu dan dengar kan apa yang akan kukatakan kepada mu. Apakah kamu ingin agar aku menjadi ayahmu? apakah kamu juga

ingin agar Fatimah menjadi kakak pe-rempuanmu? dan Aisyah menjadi ibu-mu? Bagaimana pendapatmu tentang usul dariku ini?” . Gadis kecil itu langsung berhenti menangis. Ia lalu menganggukkan kepala nya perlahan sebagai tanda persetujuannya. Gadis yatim kecil itu lalu bergandengan tangan dengan Rasul saw menuju ke rumah Beliau. Sesampainya di rumah, wajah dan kedua tangan gadis kecil itu dibersihkan dan rambutnya disisir. Semua mem perlakukannya dengan penuh kasih sayang. Gadis kecil itu lalu dipakaikan gaun yang indah dan diberikan makanan, juga uang saku untuk hari raya. Lalu ia diantar keluar, agar dapat bermain bersama anak-anak lainnya. Subhanallah betapa indah apa yang diteladankan beliau. Sunnguh indah kehidupan bersama beliau yang mulia, marilah kita teladani perilaku indah dan menentramkan ini. Rasul saw bersabda : ”Siapa yang memakaikan seorang anak pakaian yang indah dan mendandaninya pada hari raya, maka Allah SWT akan mendan dani/menghiasinya pada hari Kiamat. Allah SWT mencintai terutama setiap rumah, yang di dalamnya memelihara anak yatim dan banyak membagi-bagikan hadiah. Barang siapa yang memelihara anak yatim dan melindunginya, maka ia akan bersamaku di surga.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s